WIFI BEASISWA KLINIK JURNAL BIMBINGAN KONSELING PERPUSTAKAAN TRACER STUDY SAPA WISUDA SIAKAD PMB ARTIKEL PENGUMUMAN BERITA
Miracle of Water; Bangun Etos Kerja Positif dan Berintegritas – Pascasarjana UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Miracle of Water; Bangun Etos Kerja Positif dan Berintegritas

Apel pagi di lingkungan Pascasarjana UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan berlangsung penuh inspirasi dengan Dr. Lelya Hilda, M.Si., sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan air sebagai inspirasi dalam membangun karakter, meningkatkan motivasi kerja, dan memperkuat semangat melayani.

Mengawali amanatnya, Dr. Lelya Hilda menjelaskan konsep Miracle of Water atau “keajaiban air” yang dipopulerkan oleh ilmuwan Jepang, Masaru Emoto. Menurut konsep tersebut, air diyakini memberikan respons berbeda terhadap lingkungan, kata-kata, dan perlakuan yang diterimanya. Terlepas dari masih adanya perdebatan ilmiah mengenai temuan tersebut, pesan moral yang dapat dipetik adalah bahwa kata-kata yang baik, pikiran yang positif, dan lingkungan yang kondusif akan melahirkan energi positif dalam kehidupan.

“Sebagai insan akademik, kita harus membangun budaya komunikasi yang santun, saling menghargai, dan saling menguatkan. Kata-kata yang kita ucapkan bukan hanya mencerminkan karakter, tetapi juga dapat menjadi energi yang membangun semangat kerja orang lain,” ungkapnya.

Sebagai dosen di bidang kimia, Dr. Lelya Hilda juga mengaitkan sifat-sifat air dengan nilai-nilai yang perlu dimiliki setiap aparatur dan pendidik.

Pertama, air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Air tidak memilih siapa yang akan dilayani. Demikian pula seorang pendidik dan tenaga kependidikan harus menghadirkan manfaat bagi mahasiswa, institusi, dan masyarakat melalui pelayanan yang profesional, tulus, dan berkualitas.

Kedua, air mampu beradaptasi dengan berbagai wadah tanpa kehilangan hakikatnya atau fleksibel. Hal ini menjadi teladan agar setiap pegawai mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi, dan perubahan kebijakan tanpa kehilangan integritas, etika, dan nilai-nilai akademik.

Ketiga, tetesan air yang kecil mampu melubangi batu karena dilakukan secara terus-menerus. Kesuksesan bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh konsistensi, kedisiplinan, dan ketekunan dalam bekerja. Perubahan besar selalu diawali dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa budaya kerja yang unggul tidak dibangun melalui kompetisi yang tidak sehat, melainkan melalui kolaborasi, saling mendukung, dan semangat memberikan solusi. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab merupakan bagian dari ibadah sekaligus bentuk pengabdian kepada bangsa dan institusi.

Menutup amanatnya, Dr. Lelya Hilda mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan apel pagi bukan sekadar rutinitas, tetapi sebagai momentum memperbarui komitmen untuk bekerja lebih disiplin, produktif, inovatif, dan berintegritas.

“Marilah kita menjadi seperti air yang selalu membawa kehidupan, memberi manfaat di mana pun berada, mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan, dan tetap istiqamah dalam mengalirkan kebaikan. Dengan semangat positif, kerja sama yang kuat, dan niat yang tulus, kita akan mampu mewujudkan Pascasarjana yang unggul, berkarakter, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

(lh)