Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Mhd. Latip Kahpi, M.Kom.I tampil sebagai presenter dalam gelaran Annual International Conference on Islam, Media, and Digital Society (AICIMIDS). Konferensi internasional ini diselenggarakan oleh FDIKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Kamis, 12-14 Agustus 2026.
Dalam perhelatan yang mengangkat tema besar “Media, the Contemporary Muslim World, and Digital Network Society: Authority, Identity, and Social Transformation” tersebut, Dr. Latip Kahpi mempresentasikan hasil kajian mendalamnya mengenai “Komunikasi Krisis Organisasi di Era Digital: Respons Organisasi terhadap Disinformasi di Media Sosial”.
Di hadapan para akademisi internasional, Dr. Latip Kahpi menyoroti bagaimana media sosial telah mengubah wajah komunikasi krisis secara drastis. Ia mengungkapkan bahwa organisasi saat ini menghadapi tantangan besar karena disinformasi dapat menyebar luas dalam hitungan menit dan secara langsung mengancam reputasi serta persepsi publik.
”Organisasi tidak bisa lagi bersikap pasif. Dengan adanya ratusan kasus disinformasi setiap bulannya, bahkan mencapai 155 kasus pada Juli 2026 saja. Kami menekankan perlunya pergeseran dari komunikasi reaktif menuju pengelolaan krisis yang strategis dan adaptif,” ujar Dr. Latip Kahpi dalam presentasinya.
Dalam riset yang dipaparkannya, Dr. Latip Kahpi menggunakan perspektif teori Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dan Social-Mediated Crisis Communication (SMCC) untuk membedah bagaimana organisasi seharusnya merespons isu di ruang digital. Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam menangani krisis digital terletak pada transparansi, kecepatan respons, serta kemampuan organisasi untuk membangun dialog dua arah dengan publik.
Sebagai kontribusi nyata bagi para praktisi komunikasi yang hadir di AICIMIDS 2026, ia menawarkan rekomendasi strategis, di antaranya pembentukan war room krisis digital, pelatihan khusus bagi juru bicara, hingga pentingnya kolaborasi multipihak dengan lembaga pemeriksa fakta untuk memitigasi penyebaran hoaks.
Partisipasi Dr. Latip Kahpi dalam forum AICIMIDS ini tidak hanya memperkaya diskursus akademik di tingkat internasional, tetapi juga menegaskan peran aktif UIN Syahada Padangsidimpuan dalam menjawab tantangan transformasi digital di era Muslim Kontemporer.