Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan
Telepon
(0634) 22080
E-Mail
pascasarjana@uinsyahada.ac.id
Alamat
Jl. T. Rizal Nurdin, Km. 4,5 Sihitang, Padangsidimpuan
Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam – Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan

Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Penulis : Gabena Yolanda (2350100033)
 

Perkembangan era digital saat ini, dapat kita katakan telah berkembang dengan pesat. Hampir seluruh aspek kehidupan mengalami perubahan dengan kemajuan yang pesat. Dapat kita lihat bahwasanya semua kegiatan yang kita lakukan sehari-hari lebih banyak menggunakan media sosial. Kehadiran media sosial memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan manusia, terutama sangat efektif dalam hal komunikasi jarak jauh. Media sosial dapat kita pahami sebagai suatu perangkat alat komunikasi yang memuat berbagai kemungkinan bentuk interaksi baru.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) memiliki pengaruh penting terhadap setiap elemen-elemen masyarakat, mulai dari anak-anak, dewasa bahkan lansia. Pemanfaatan media sosial sejatinya juga ikut serta dalam perubahan kebiasaan pola hidup sehari-hari mulai dari gaya hidup, interaksi khususnya dalam dunia pendidikan, kemampuan bersosialisasi, dan lain sebagainya.(Arsyad 2015) Media sosial memiliki peran dalam pendidikan, proses pembelajaran nampak memiliki karakteristik yang unik, di mana peserta didik tidak hanya dapat memperoleh pembelajaran di sekolah saja, akan tetapi dapat di mana saja, kapan saja di saat orang itu merasa nyaman untuk belajar. Kemajuan teknologi modern tentu berpengaruh pada perkembangan di dunia pendidikan.

Diketahui media belajar mampu membangkitkan keinginan dan minat peserta didik, merangsang dan memotivasi peserta didik dalam belajar, serta membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap peserta didik. Media pembelajaran seperti WhatsApp Group dinilai cukup efektif dalam menyampaikan materi selama pembelajaran online, terutama ketika masa covid-19 yang berdampak pula bagi dunia pendidikan, sehingga pembelajaran harus dilaksanakan secara online. Dikatakan pula media belajar dapat membantu dalam meningkatkan pemahaman, memiliki tampilan yang menarik serta terpecaya, dan memudahkan peserta didik dalam menyerap informasi. Disinilah menjadi tugas bagi guru, guru dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran dan mengembangkan media pembelajaran sebagai langkah memberikan informasi dalam proses belajar mengajar.(Lusiana dan mariyati 2020).

Kegiatan pengembangan media pembelajaran secara garis besar harus melalui tiga langkah besar yaitu perencanaan, produksi dan kegiatan penilaian. Kenyataannya masih banyak guru yang belum dapat memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran. Penggunaan metode ceramah dalam proses pembelajaran tidak menarik minat peserta didik yang berakibat menurunnya motivasi dan peserta didik tidak memahami materi yang diajarkan. Selain itu, peserta didik juga lebih tertarik mengobrol dengan teman sekelas, melamun, dan sibuk oleh mereka sendiri. Hal ini dapat di tanggulangi dengan penerapan strategi self management (Dwistia, H., Purwanto, E. and Sunawan 2016). Dimana guru melatih peserta didik mengontrol perilaku, yang dimulai dari kegiatan pembelajaran, partisipasi di kelas, melatih peserta didik memantau perilaku dan menstimulus diri agar menekan kemunculan perilaku yang dianggap bermasalah, serta mengevaluasi diri apakah mengalami perubahan yang diinginkan. Masih banyak guru yang beranggapan bahwa penggunaan media sosial merupakan hal yang tidak efektif. Akan tetapi yang perlu dipahami adalah komunikasi yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik dapat dilakukan dengan media (Rahardja et al., 2019).

Contohnya secara virtual dengan media teknologi informasi dan teknologi yang berbasis internet. Perkembangan teknologi membuat serangkaian manusia lebih menyenangi halhal yang berbeda dengan sudut pandang pemikiran yang bermacam-macam. Salah satu anggapan mengenai media sosial adalah dapat melengkapi peran seorang pengajar dalam memberikan sumber informasi untuk menunjang proses pembelajaran. Adanya media sosial memudahkan seorang pelajar dalam menerima informasi, mengakses beberapa situs pendidikan, serta mempermudah berkomunikasi dengan seorang pengajar. Sejatinya generasi muda saat ini sebagai generasi yang memiliki keinginan menciptakan hal-hal baru, harus mampu memilah kelebihan yang bermanfaat sesuai kebutuhan, dan memanfaatkan media sosial untuk kegiatan yang tidak baik.

Salah satu efek positif dari media sosial adalah peserta didik mendapatkan informasi terbaru dengan lebih mudah dan dampak negatifnya adalah peserta didik menjadi kecanduan menggunakan media sosial yang menyebabkan mereka tidak berinteraksi dengan lingkungannya.(Ibrahim 2016) Sedangkan, (Dwistia, Latif and Widiastuti, 2013) mengungkapkan bahwa prestasi belajar yang dicapai peserta didik merupakan hasil dari interaksi sosial dengan lingkungannya. media sosial sangat berpengaruh dalam kegiatan belajar mengajar. Pada kegiatan pembelajaran, guru dapat memposisikan diri untuk mendekatkan diri dengan peserta didik tanpa batas dan jarak. Selain itu peserta didik lebih aktif dan mandiri .dalam kegiatan belajar. Penggunaan teknologi berupa internet (media sosial) banyak dimanfaatkan untuk kegiatan belajar-mengajar, begitupun untuk mata pelajaran pendidikan agama islam. Media sosial baiknya digunakan sesuai dengan kebutuhan belajar dan kondisi psikologis anak, sebab apabila sudah terlalu jauh dalam berselancar di media sosial dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif yang berlebihan.

Pendidikan agama islam dikenal dengan pelajaran yang bersifat teoritis dan hafalan maka dalam pengaplikasiaannya bisa di modifikasi menggunakan media sosial. Hal ini nantinya diharapkan akan meningkatkan minat belajar siswa dan pembelajaran akan lebih bervariasi. Dari penjelasan di atas, maka dapat penulis simpulkan bahwa pemanfaatan media sosial sebagai media belajar dan sarana mampu memudahkan semua pihak terkait. Baik itu pendidik, perserta didik, maupun masyarakat secara umum. Pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran PAI untuk menyampaikan materi ajar dan sebagai penunjang komunikasi diantara pelaku pendidikan, diharapkan memunculkan perkembangan yang positif terutama untuk hafalan.

Referensi

  • Arsyad. 2015. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
  • Dwistia, H., Purwanto, E. and Sunawan. 2016. ‘Keefektifan Konseling Kelompok Dengan Strategi Self Management Dalam Meningkatkan Classroom Engagement Siswa’ 5 (2): 113–18.
  • Ibrahim. 2016. ‘The Influence Of Social Media In Teaching And Learning Activities’, 496–502.
  • Lusiana dan mariyati. 2020. ‘‘The Effectiveness Of Learning Media Used During Online Learning’. Media Pendidikan, Gizi Dan Kuliner 9 (2): 81–92.