Penulis : Aisyah Amini Hasibuan (2350500002)
PENDAHULUAN
Matematika merupakan mata pelajaran menghitung yang didapatkan selama menempuh pendidikan dari jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Namun mata pelajaran tersebut telah familiar di sekolah bahwa matematika merupakan pelajaran yang membosankan dan sulit. Hal itu bisa terjadi karena metode yang digunakan selama proses pembelajaran kurang tepat atau kurang menarik akhirmya minat belajar berkurang dan bisa jadi pendekatan selama proses pembelajaran kurang tepat. Sehingga timbul stigma yang kurang positif pada pembelajaran tersebut.
Matematika sangat penting. Karena adanya ilmu matematika memudahkan dalam kehidupan sehari-hari. Matematika juga merupakan ilmu dasar pada berbagai bidang, seperti halnya : di bidang Teknik, Ekonomi, Fisika, Teknologi, dll. Sehingga, bidang matematika memiliki dampak yang krusial dalam segala bidang keilmuan.
PEMBAHASAN
Metode yang bisa diterapkan dalam mata pelajaran matematika saat proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, yaitu menggunakan metode Singapore math. Metode ini telah terbukti membuat siswa menguasai bidang matematika lebih baik, yang dibuktikan dengan skor pada PISA (Programme for International Assessment) dan TIMSS (Trends In International Mathematics and Science Study) dalam tiga besar dunia yang diterapkan di sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris.
Teknik Singapore math awalnya diekmbangkan oleh Kementrian Pendidikan Singapura, Curriculum Development Institute of Singapure (CDIS) sejak tahun1981 dan diperuntukkan bagi siswa sekolah negeri. Hal ini diupayakan untuk memperkuat pengajaran pada bidang matematika. Penerapan Singapore math salah satunya pada penggunaan pendekatan CPA (Concrete-Pictorial-Abstract), yang mana konsep ini menerapkan secara bertahap dari konkrit ke abstrak.
Komponen-komponen penting dalam Singapore math :
- Pendekatan CPA
Pendekatan Concrete, Pictorial dan Abstract (CPA) bertujuan mencapai pemahaman yang mendalam tentang matematika melalui bangunan pengetahuan yang sudah ada. Kerangka kerja pembelajaran yang sangat efektif ini memperkenakan konsep matematika melalui benda-benda yang nyata dan berkembang ke level abstrak. Pada fase concrete, siswa berinteraksi dengan benda untuk memodelkan suatu masalah. Selanjutnya pada fase pictorial, siswa membuat hubungan antara benda nyata tersebut dengan representasi visual. Contohnya buah jeruk asli kini direpresentasikan melalui gambar jeruk. Pada fase abstract, siswa membuat pemodelan masalah menggunakan angka dan symbol matematika seperti +, -, x dan ÷. - Number Bonds
Number Bonds merupakan teknik pictorial yang menunjukkan hubungan “Sebagian-keseluruhan” antara angka. Metode ini membantu murid SD kelas 1 untuk mengerjakan soal penjumlahan, pengurangan serta menjadi strategi untuk mengilustrasikan mental aritmatika (mental matematika). - Bar Modeling
Bar Modeling digunakan untuk memvisualisasikan berbagai konsep matematika seperti pecahan, rasio, persentase, dan lain sebagainya. Dengan menggambar Bar Modeling siswa dapat menentukan hipotesisnya terhadap sebuah situasi. Komponen Bar Modeling membantu siswa untuk memahami konsep matematika yang lebih kompleks dan lebih dalam tentang operasi yang perlu mereka gunakan untuk memecahkan soal cerita. Pemodelan ini meningkatkan kemampuan pemecah masalah siswa karena representasi visual dari soal cerita untuk memahaminya secara keseluruhan dengan usaha minimum (hukum Pragnanz). Pemodelan ini memungkinkan siswa untuk mengatur informasi tekstual dan kemudian menyusunnya kembali secara visual dalam sebuah model. Ini membantu siswa secara holistic, memperoleh wawasan dan kemudian memecahkan masalah. Pemodelan batang adalah istilah yang diciptakan di Amerika Serikat. Istilah aslinya adalah Metode Model atau Gambar Model yang dikembangkan di Singapura pada tahun 1980-an. Model Batang juga disebut Diagram Pita atau Diagram Strip dalam Standar Inti Negara bagian dalam Matematika, modul Negara Bagian New York, Eureka Math dan beberapa program matematika dasar lainnya yang digunakan di Amerika Serikat. - Mental Math
Mental Math adalah metode berhitung cepat menggunakan alat bantu atau hanya dengan bantuan imajinasi. Dalam Singapore math, murid diajarkan sejumlah teknik untuk secara mudah menggunakan mental math dalam berhitung. Teknik tersebut meliputi pengembangan pemahaman terhadap bilangan (angka) dan fleksibilitas dalam berpikir mengenai angka.
Keunggulan menggunakan Singapore Math, yaitu :
- Siswa lebih banyak mempelajari konsep dan mengasah skill aritmatika dibandingkan menghapal rumus dan formula.
- Topik yang diajarkan lebih sedikit namun memberi kedalaman pemahaman yang memastikan siswa memiliki pondasi untuk mempelajari matematika yang lebih kompleks.
- Topik yang diajarkan sangat berkaitan satu sama lain.
- Buku-buku Singapore Math lebih mudah untuk dibaca dan dipelajari siswa karena lebih banyak melibatkan bar modelling yang menunjukkan siswa cara memecahkan soal matematika secara visual.
- Berbagai penelitian menunjukkan kemampuan matematika murid meningkatkan secara instan setelah diajar menggunakan Singapore Math.
System Singapore math bukan hanya menghapal rumus, namun peserta didik dapat memiliki kemampuan dalam membangun strategi problem solving (pemecahan masalah) dan berfikir kritis untuk menghadapi soal matematika yang berupa soal cerita maupun soal-soal yang lainnya. Ada 5 teori pembelajaran yang dikembangkan oleh para pendidik, matematikawan, dan psikolog terkemuka Eropa dan Amerika pada abad ke-19 dan ke-20 yaitu Jean Piaget, Jerome Bruner, Zoltan Diens, Lev Vigotsky, dan Richard Skemp.
- Jean Piaget : Psikolog dan Pendidik
Menyarankan agar siswa memiliki cukup waktu belajar untuk mengakomodasi ide-ide baru. Menurut Piaget, anak-anak perlu terus menerus membangun pemahaman mereka dan kemudian merekonstruksi ide-ide sebelumnya saat mereka dewasa. - Jerome Buner : Pendidik
Menganjurkan agar anak-anak terlibat dalam kegiatan konkret sebelum beralih ke pembelajaran abstrak. Bruner percaya bahwa seorang murid dapat mempelajari hamper semua hal, asalkan pengajarannya melalui tahap-tahap yang sesuai. Setiap tingkat dalam urutan pengajaran harus menjadi lebih abstrak. - Zoltan Diens : Matematikawan dan Pendidik
Menganjurkan agar pembelajaran informal melalui ekspolrasi dilakukan sebelum pembelajaran terstruktur. Ia menyadari bahwa dalam upaya memecahkan masalah, kebanyakan orang akan terlibat dalam pencarian solusi secara acak. Ia menyebut tahap ini sebagai “Permainan Bebas” dan menyarankan agar semua pembelajaran dimulai tahap ini. - Lev Vigotsky : Psikolog dan Pendidik
Menganjurkan pembelajaran kooperatif dalam zona perkembangan proksimal (ZPD). ZPD adalah jarak antara tingkat pemecahan masalah mandiri siswa dan tingkat potensi pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa/ahli. - Richard Skemp : Matematikawan dan Pendidik
Menyarankan bahwa penting bagi siswa untuk mengembangkan pemahaman relasional terhadap ide-ide konseptual. Ia percaya bahwa bahkan anak-anak sekolah dasar dapat membuat kerangka konseptuual yang kompleks dan lengkap. Sebagai hasilnya, mereka mampu belajar dengan pemahaman yang mendalam.
KESIMPULAN
Singapore math memiliki beberapa aspek yaitu pemahaman konsep yang lebih kuat, keterampilan pemecahan masalah yang lebih baik, pondasi yang kokoh untuk matematika yang lebih kompleks, meningkatkan kemampuan penalaran dan logika, dan meningkatkan minat belajar matematika.